Dandim Tulungagung Titip Pesan

Hantanews Tulungagung — Tepuk tangan dan senyum warga pecah saat pita peresmian dipotong di atas Jembatan Garuda, Dusun Kebun Duren, Desa Kates, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Selasa (9/6/2026).

Bagi sebagian orang, jembatan itu mungkin hanya sebuah bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Namun bagi warga di sana jembatan tersebut adalah jawaban atas harapan yang selama ini mereka nantikan.
Kini, akses yang sebelumnya menjadi kendala telah berubah menjadi jalan yang lebih mudah, aman, dan cepat. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih nyaman, para petani lebih leluasa membawa hasil panen, dan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan semakin berkembang.
Peresmian Jembatan Garuda dilakukan langsung oleh Dandim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio bersama Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, serta dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga yang tampak antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Di hadapan masyarakat, Dandim menegaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, sebuah jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan akses yang semakin terbuka, peluang ekonomi, pendidikan, dan berbagai aktivitas masyarakat akan semakin berkembang.
“Program Jembatan Garuda merupakan program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan membuka akses wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Infrastruktur yang baik akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Dandim dalam sambutan.
Namun, di balik rasa syukur atas hadirnya jembatan tersebut, Pamen TNI AD itu juga menitipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga dan merawat Jembatan Garuda sebagai aset bersama yang dibangun untuk kepentingan rakyat.
Dandim menegaskan, manfaat besar dari sebuah pembangunan hanya akan bertahan lama apabila seluruh pihak memiliki kesadaran untuk merawatnya. Karena itu, penggunaan jembatan harus tetap memperhatikan batas tonase yang telah ditetapkan demi menjaga keamanan dan usia konstruksi.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga aset yang telah dibangun ini. Gunakan jembatan sesuai dengan batas tonase yang telah ditetapkan agar kondisinya tetap baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat hingga generasi mendatang,” pesannya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat yang telah mewujudkan pembangunan Jembatan Garuda. Ia berharap keberadaan jembatan tersebut mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, dan peninjauan langsung kondisi jembatan. Namun yang paling berkesan bukanlah seremoni itu sendiri, melainkan wajah-wajah bahagia warga yang kini dapat menikmati akses yang lebih baik.
Jembatan Garuda bukan sekadar bentangan konstruksi yang menghubungkan dua titik. Ia adalah simbol hadirnya negara di tengah kebutuhan masyarakat, simbol gotong royong berbagai pihak, dan simbol harapan baru bagi masa depan yang lebih sejahtera.(Amelia)



SUSU UNTUK MBG BERMINAT HARGA PM ME