April 22, 2026

Hanta News Online

Aktual Dan Terpercaya

TNI AL GELAR LATIHAN ANTI AKSES DAN ANTI AMFIBI

HANTANEWS Jakarta — TNI AL menggelar Latihan Anti Akses, Amfibi, pamerkan tangkapan Komoditas Logam dan Mineral di wilayah Bangka Belitung.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., Minggu, (15/2).

Kegiatan latihan ini, melibatkan unsur-unsur Kapal Perang diantaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.

Sementara itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, beserta satuan pendukung yang Terintegrasi dalam Skenario Operasi.

Pelaksanaannya dimulai dengan penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS), yang dilakukan oleh Prajurit KRI Brawijaya-320. Sedang MLRS Korps Marinir juga menembakkan Roket, GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan Amfibi.

Usai latihan, Kasal bersama Satlap Tri Cakti meninjau langsung barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL berupa Komoditas Timah Balok, Pasir Timah, dan Logam Tanah jarang (LTJ), diantaranya: Zircon, Ilmenite dan Monazite yang berhasil diamankan pada  Tahun 2025 hingga 2026.

Total berat tangkapan tersebut seberat 496,892 Ton dan 10.762,117 Ton logam tanah jarang, sedang nilai Estimasi yang berhasil diamankan yaitu Rp. 173.644.528.000 (± Rp. 173,6 miliar).

Pada kesempatan itu, Kasal menyampaikan, “Latihan Anti Akses dan Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan, Kita berupaya melibatkan seluruh Teknologi yang baru seperti Drone Surveilance maupun Kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). untuk pencegahan penyelundupan timah”.

“Ini merupakan perintah langsung Presiden Repulik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, dalam memberantas Praktik Illegal Mining serta penyelundupan Sumber Daya Alam yang merugikan Negara, sehingga dapat merusak Ekosistem lingkungan”. ujar kasal

Ricky/Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *