May 1, 2026

Hanta News Online

Aktual Dan Terpercaya

Dandim 0830/Surabaya Tegaskan Tidak Ada Tempat Untuk Premanisme 

HANTANEWS SURABAYA – Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, menggelar acara Doa dan Deklarasi Anti Premanisme, di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu, (31 Desember 2025).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di Kota Surabaya, khususnya menjelang perayaan Malam pergantian Tahun Baru.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, diantaranya: Wali Kota Surabaya, Jajaran TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Surabaya, Intelijen, para kepala OPD, Danramil, Kapolsek seluruh-Kota Surabaya, perwakilan dari berbagai Organisasi Masyarakat (ormas) beserta LSM se-Surabaya.

Dalam sambutannya, Dandim 0830/Surabaya menegaskan, “Kota Surabaya dibangun atas dasar semangat perjuangan dan pengorbanan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau golongan”.

Dandim mengajak, “Seluruh masyarakat untuk bersatu menjaga keamanan Kota Surabaya”.

“Saya yakin Arek-arek Suroboyo cinta dan mampu menjaganya, kita berkumpul di sini untuk mendeklarasikan perdamaian, Berdoa bersama”,

“Surabaya anti Premanisme dan tidak ada tempat untuk kekerasan, intimidasi, atau pemaksaan kehendak, sehingga dapat  bertentangan dengan Budaya, Agama, dan Hukum,” ujarnya

Dandim juga menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan kebijaksanaan. Setiap permasalahan

Saya berharap, “Permasalahan dapat diselesaikan melalui Dialog dan musyawarah, siapa pun dari Suku, Agama atau Organisasi yang sudah masuk ke ranah premanisme dan melanggar hukum, tindakan tegas akan diambil tanpa pandang bulu”.

Dandim mengingatkan, “Masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu dan narasi yang belum tentu benar di Media Sosial, sehingga dapat memecah belah Persatuan”.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya bersama Forkopimda serta Instansi terkait telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme untuk memastikan Surabaya tetap aman, damai, dan tertib.

Acara dilanjutkan pembacaan Deklarasi Anti Premanisme, dilakukan oleh perwakilan dari berbagai suku, diikuti seluruh peserta, yang berisi penolakan terhadap segala bentuk premanisme, komitmen untuk menjunjung tinggi hukum, keadilan, kesiapan untuk mendukung Program Pemerintah. (Ricky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *