PERSONEL SATUAN BKO KODIM PERSIAPAN GEL III DI WILAYAH KODAM XVIII/KASUARI TA. 2021

HANTANEWS Sorong, Papua Barat – Jermias Gembenop, S.Sos.,MH memberikan pembekalan Bahasa dan adat istiadat di daerah operasi kepada personil Satuan BKO Kodim Persiapan Gel III, Kodam XVIII/KSR yang dilaksanakan di Aula serba guna Yonif R 762/VYS, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Klawayu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong. Jumat (09/07/2021).
Jermias Gembenop, S.Sos.,MH merupakan seorang akademisi dia adalah putra asli papua yang dilahirkan di Sorong 51 tahun silam beliau suku Mandobo Bovendigul Merauke dalam kesempatan ini beliau awali dengan pengetahuan pembagian peta wilayah adat yg ada di pulau papua mulai dari kepala burung sampai ekor yaitu merauke, dalam hal ini di titik beratkan pada wilayah adat III Bomberay yg mencakup wilayah. Kab. Manokwari, Kab. Bintuni, Kab. Teluk Wondama, Kota Sorong, Kab. Sorong, Kab. Raja Ampat, Kab. Sorong Selatan dan Kab. Tambrauw diantaranya adalah adat budaya dan Bahasa yang membahas Bahasa Sistem pengetahuan, Sistem kemasyarakatan atau organisasi social, Sistem kepemimpinan, Sistem peralatan hidup dan teknologi, Sistem mata pencaharian hidup, Sistem religi, Sistem perkawinan dan Kesenian.
Dalam kesempatan Jermias Gembenop, S.Sos.,MH juga memberikan sinyal yang harus di waspadai yaitu tentang Adanya Fakta Bahwa Indonesia Memiliki Masyarakat Rentan Konflik (Vulnerable Society Conflict) Dengan ciri mendasar yakni : 1. Tingginya tingkat segresi social (suku, agama, ras); 2. Rendahnya ketrampilan partisipasi politik dan demokrasi; 3. Terisolasi dalam kondisi geografis yg berbeda-beda. Dengan demikian untuk menjaga keharmonisannya dibutuhkan system nilai atau pengetahuan yang kita kenal dengan “Teori Konflik Sosial”.
Kemudian dijelaskan juga tetang bagaimana cara jitu untuk penanganan konflik di daerah operasi yaitu Contending (bertanding) yaitu mencoba menerapkan solusi yang disukai oleh salah satu pihak atas pihak lain; Yielding (mengalah) yaitu menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia menerima kurang dari yang sebetulnya diinginkan; Problem solving (pemecahan masalah) yaitu mencari alternative yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak; With drawing (menarik diri) yaitu memilih meninggalkan situasi konflik baik secara fisik maupun phsikologis;Inaction (diam) yaitu memilih untuk tidak melakukan apapun masing-masing pihak saling menunggu langkah berikut.
Sebelum kegiatan selesai Jermias Gembenop, S.Sos.,MH berpesan agar anggota personil satgas di daerah operasi bisa membatu kesulitan masyarakat yg ada di pedalaman jaga mereka bantu mereka didik mereka dengan hati, kemudian acara ditutup dengan foto bersama. (Penrem 181/Ricky).





