HANTANEWS SURABAYA – Melalui kegiatan Sedekah Bumi Gelar Doa Angkat Budaya ke-XV Tahun 2026 yang dirangkai dengan Festival Salam Suroboyo dan Lomba Jemparingan Piala Wali Kota Surabaya di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Minggu (18/10/2026).
1001961175.jpg
1001961175.jpg
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Lidah Wetan Koramil 0830-21/Lakarsantri, Serma Agung dan Sertu M. Yusuf, bersama unsur tiga pilar menghadiri rangkaian acara yang berpusat di Pendopo Pesarean Raden Sawunggaling dan Lapangan PORAL, Kelurahan Lidah Wetan, Surabaya.

Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga warisan budaya, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas dan kearifan lokal. 

Tradisi sedekah bumi yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi sarana ungkapan rasa syukur masyarakat atas kehidupan dan rezeki yang diterima.

Babinsa Kelurahan Lidah Wetan, Serma Agung, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena tidak hanya mempertahankan tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan dan kerukunan warga.

“Tradisi sedekah bumi merupakan bagian dari kekayaan budaya yang patut kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar tidak terlupakan,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri Lurah Lidah Wetan beserta staf, Bhabinkamtibmas, LPMK, ketua RT dan RW se-Kelurahan Lidah Wetan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, BPBD Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Banser NU Surabaya, Paguyuban Raden Sawunggaling Surabaya, serta komunitas panahan Surabaya.

Menurut Serma Agung, sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas merupakan modal penting untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang aman dan harmonis.

“Kami berharap kegiatan budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah,” tambahnya.

Melalui kehadiran Babinsa Koramil 0830-21/Lakarsantri, TNI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung kegiatan positif, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pelestarian budaya lokal diharapkan dapat berjalan seiring dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan penuh semangat gotong royong. (Ricky)