April 22, 2026

Hanta News Online

Aktual Dan Terpercaya

Wujud Nyata Negara Hadir Tntuk Rakyat

Hantanews Surabaya – Suasana hangat penuh harap menyelimuti kawasan Jalan Tambak Asri, Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Senin (30/3/2026). Sekitar 100 warga bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait berkumpul dalam satu momen penting: ground breaking pembangunan Jembatan Garuda, sebuah infrastruktur yang diharapkan menjadi penghubung harapan bagi masyarakat.

Kegiatan bertema “Negara Hadir Untuk Rakyat” ini dipimpin oleh Dandim 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han. Sejumlah pejabat tinggi turut hadir, di antaranya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., Danrem 084/BJ, Wali Kota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

Kedatangan Pangdam V/Brawijaya disambut langsung oleh Dandim 0830/Surabaya bersama para Danramil dan forkopimcam setempat. Kegiatan diawali dengan paparan rencana pembangunan jembatan oleh Kolonel Bambang Raditya, yang menjelaskan pentingnya akses penghubung antara Kecamatan Asemrowo dan Krembangan.

Momen puncak ditandai dengan peninjauan lokasi serta peletakan batu pertama oleh Pangdam V/Brawijaya bersama Wali Kota Surabaya. Aksi simbolis ini menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga.

Dalam sambutannya melalui video conference kepada jajaran Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya nyata TNI bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini akan menghubungkan dua wilayah, Asemrowo dan Krembangan. Dengan panjang sekitar 32,8 meter dan lebar satu meter, kita targetkan selesai dalam waktu 2 hingga 3 bulan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan ini tidak hanya terjadi di Surabaya, melainkan serentak di berbagai daerah di Jawa Timur. Tercatat sebanyak 18 Kodim turut melaksanakan pembangunan serupa, dengan total 68 titik yang telah direncanakan, terdiri dari jembatan beton dan jembatan gantung.

Di balik prosesi resmi, sentuhan humanis terasa kuat saat dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada warga sekitar. Senyum dan rasa syukur terpancar dari masyarakat yang hadir, menandakan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan juga bentuk kepedulian nyata.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam V/Brawijaya yang kemudian diserahkan kepada perwakilan masyarakat, yakni PJ Lurah Genting Kalianak dan Lurah Dupak. Tradisi ini menjadi simbol doa dan harapan agar pembangunan berjalan lancar serta membawa manfaat bagi banyak orang.

Bagi warga Genting Kalianak dan sekitarnya, Jembatan Garuda bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi juga jembatan menuju kemudahan akses, peningkatan ekonomi, dan masa depan yang lebih baik. Di tengah keterbatasan, kehadiran negara melalui pembangunan ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri.

Dengan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, Jembatan Garuda diharapkan segera berdiri kokoh—menghubungkan bukan hanya daratan, tetapi juga harapan dan kehidupan.(Amelia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *