Wakasal Tantang PT CMS

HANTANEWS Jalesveva Jayamahe
Jakarta, 10 Desember 2022 —–
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, tantang Industri Pertahanan Dalam Negeri PT. Caputra Mitra Sejati (CMS), untuk berinovasi membangun dan menciptakan Kapal Perang yang hemat bahan bakar.
Pada kesempatan itu, Wakasal mengungkapkan, saat ini TNI AL mampu menggerakkan 50 Kapal, sedang untuk melakukan Operasi dibutuhkan sekitar 15-20 Ton bahan bakar, sehingga Anggaran yang diperlukan cukup besar.
Pelaksanaan First Steel Cutting dan Keel Laying pembangunan 2 (dua) Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA. 2022, 2023, dan 2024 ini, dilaksanakan di PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, Jumat, (09/12).
Pembangunan Kedua Kapal ini akan diselesaikan 26 Bulan oleh PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, untuk memperkuat Koarmada III Sorong.
Keberadaan PT. CMS sebagai salah satu industri pertahanan bidang maritim untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan dalam negeri.
“Saya kira itu sebuah tantangan demikian juga pesan saya pada teman-teman galangan bahwa, mari sebanyak mungkin kita menggunakan kandungan dalam negeri dalam pembangunan kapal ini mungkin peralatan lainnya seperti peralatan komunikasi, maupun peralatan-peralatan kapal yang bisa dibuat oleh pabrikan-pabrikan di Indonesia,” kata Laksdya Heri.
Sementara itu, Direktur PT. CMS Kriss Pramono menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. CMS untuk membangun kembali 2 Kapal Patroli Cepat 60 M yang ke 10 dan 11. “Saya juga berharap semoga kedepan PT. CMS diberi kepercayaan untuk membangun kapal Kombatan yang dilengkapi dengan CMS”, harapnya.
Kedua kapal patrol cepat ini memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA) 61.20 meter, lebar 8,50 meter, tinggi 4,95, kecepatan penuh 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan ekonomis 15 knot, akomodasi untuk 50 ABK dan 5 cadangan. Kapal patroli cepat ini juga dilengkapi dengan persenjataan Meriam 40 mm, serta dilengkapi Firing Control System dan Meriam kaliber ringan 12,7 mm.
Dinas Penerangan Angkatan Laut/Ricky



SUSU UNTUK MBG BERMINAT HARGA PM ME