HANTANEWS Jakarta, 14 September 2026,---- 

TNI AL bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolkam RI) resmi memberangkatkan Satgas Port Visit 2026 menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) yang merupakan misi perdamaian sekaligus upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan sebagai Kapal Bantu Rumah Sakit di kawasan Pasifik dan Oseania dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/09).
1001823656.jpg
1001823656.jpg
Kegiatan pelepasan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin. Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat TNI, Kementerian/Lembaga, serta unsur terkait lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap misi diplomasi Indonesia melalui jalur maritim.

Satgas Port Visit 2026 yang mengusung tema “Health, Humanity, and Diplomacy dengan semangat Bridging Nations, Serving Humanity”ini dipimpin oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto selaku Komandan KRI WSH-991. Dalam pelayarannya, KRI WSH-991 akan mengunjungi Vanuatu, Fiji, Solomon, dan Papua New Guinea. Kehadiran Satgas sebagai confidence-building measures juga menjadi sarana membangun kepercayaan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membuka ruang kerja sama di bidang kemaritiman, sosial, budaya, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Dalam sambutannya, Menko Polkam menyampaikan bahwa KRI WSH-991 merupakan Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL yang mengemban misi kesehatan, kemanusiaan, dan persahabatan. Misi ini melibatkan berbagai unsur, TNI AD, TNI AU, Polri, Kementerian/Lembaga, akademisi, mahasiswa, relawan, hingga jurnalis. “Kehadiran KRI WSH-991 membawa pesan bahwa Indonesia hadir di kawasan Pasifik bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan menghadirkan kepedulian, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen diplomasi terpadu untuk langkah membangun kepercayaan, mempererat hubungan dengan negara-negara yang dikunjungi,” ujar Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.

Di setiap negara tujuan, Satgas akan melaksanakan berbagai kegiatan yang mengedepankan interaksi dan persahabatan, antara lain kunjungan kehormatan kepada pejabat setempat, bakti sosial dan bakti kesehatan, interaksi budaya, pertukaran pengalaman, open ship, diplomatic reception, serta kegiatan olahraga bersama. Rangkaian tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat sekaligus memperkuat hubungan people-to-people sebagai fondasi penting dalam membangun kemitraan yang saling menghormati di kawasan Pasifik Selatan.

Pelayaran Satgas Port Visit 2026, dengan rute Jakarta–Sorong–Vanuatu–Fiji–Solomon–Papua New Guinea–Wanam–Sorong. Sebanyak 318 personel dari TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, akademisi, relawan, mahasiswa, dan media turut terlibat dalam misi ini. Keberangkatan Satgas menjadi wujud nyata diplomasi maritim Indonesia yang mengedepankan persahabatan, kemanusiaan, dan semangat membangun kerja sama demi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dinas Penerangan Angkatan Laut/Ricky