HANTANEWS Dispen Kormar, TNI AL (Situbondo). 

Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir mengasah naluri tempur dan meningkatkan kemampuan menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).
1001966418.jpg
1001966418.jpg
Latihan tersebut melibatkan penggunaan Senjata Bantuan Infanteri, di antaranya mortir kaliber 81 mm dan senapan runduk (sniper). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keterampilan menembak, meningkatkan kesiapan tempur, serta mempertajam kemampuan prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menegaskan, latihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan profesionalisme prajurit, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia melalui kerja sama pertahanan.

Menurut Komandan Brigif 2 Marinir, latihan menembak Senbanif menjadi sarana penting untuk mempertahankan kemampuan teknis sekaligus mengasah naluri tempur prajurit Korps Marinir, khususnya Yonif 1 Marinir, agar senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

“Melalui Latgabma Keris Woomera 2026, prajurit Marinir diharapkan semakin terlatih, profesional, dan memiliki kesiapan operasional yang terjaga dalam mendukung tugas pertahanan negara,” tegas Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo. (Ricky)