HANTANEWS - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Bersama Australian Defence Force (ADF), melaksanakan  berbagai kegiatan Latihan Gabungan (Latgabma) Keris Woomera TA 2026 di Rahlat Puslatpur Marinir 5 Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jumat (16/10/2026)
1001956705.jpg
1001956705.jpg
Latgabma Keris Woomera 2026 merupakan latihan bilateral TNI dan ADF yang dilaksanakan di wilayah Jawa Timur dengan melibatkan berbagai unsur dan kemampuan dari kedua Negara. Latihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan bekerja secara terpadu sekaligus memperkuat hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia.

Dalam pelaksanaannya, Tim FP melaksanakan kegiatan pengamanan secara tertutup maupun terbuka di PLP 5/Baluran serta di sekitar pantai sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mendukung keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian latihan di daerah latihan.

Sementara itu, Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melaksanakan rangkaian latihan Peperangan Ranjau (TBC) dan Specialized Maritime Explosive Exercises (SMEE) sebagai bagian dari peningkatan kemampuan operasi khusus dan peperangan ranjau di lingkungan maritim.

Pada unsur lainnya, Dukes melaksanakan kegiatan peperangan ranjau dan SMEE yang melibatkan tim gabungan sebanyak 12 personel dengan dukungan tiga unit ambulans. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel serta kesiapan dukungan kesehatan selama latihan.

Dari unsur Korps Marinir TNI AL, dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) di PLP 5 Baluran sebagai bagian dari proses penyamaan persepsi dan pematangan rencana operasi. Selain itu, personel Marinir melaksanakan berbagai materi latihan meliputi Range Preparation (Range Prep), Engineer, Non-Combatant Evacuation Operation (NEO), Joint Logistics (Joint Log), Survival, Urban Warfare/USWG, serta patroli dan ambush bersama personel ADF.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan operasi bersama, khususnya dalam aspek perencanaan, manuver, dukungan logistik, keselamatan, pengamanan, serta kemampuan menghadapi berbagai situasi dalam suatu operasi gabungan.

Di bidang pertahanan siber, CYBEREX melaksanakan exercise brief, konfirmasi Rules of Engagement (ROE), safety controls, objective, serta evidence requirements. Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh unsur yang terlibat sebelum pelaksanaan skenario latihan siber secara terpadu.

Pelaksanaan berbagai materi latihan di Rahlat Puslatpur Marinir 5 Baluran menunjukkan kompleksitas Latgabma Keris Woomera 2026 yang tidak hanya berfokus pada kemampuan tempur konvensional, tetapi juga mencakup aspek operasi khusus, pengamanan, kesehatan, logistik, evakuasi, survival, hingga pertahanan siber.

Menurut Dispen Kodaeral V, Latgabma Keris Woomera 2026 ini diharapkan semakin memperkuat interoperabilitas TNI dan ADF, meningkatkan profesionalisme serta kesiapan operasional prajurit kedua negara, sekaligus mempererat hubungan kerja sama pertahanan Indonesia–Australia dalam rangka mendukung stabilitas dan keamanan kawasan.

Latihan Keris Woomera 2026 sendiri merupakan latihan bilateral yang diselenggarakan setiap dua tahun dan pada tahun ini menjadi kegiatan latihan luar negeri terbesar ADF, dengan sekitar 390 personel ADF dan 439 personel TNI.

Dispen Kodaeral V/Ricky