HANTANEWS Badung – Suasana khidmat dan sarat makna budaya mewarnai penyambutan Pangdam IX/Udayana melalui tradisi tepung tawar di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (20/10/2026). 
1001970357.jpg
1001970357.jpg
Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian penerimaan pimpinan baru Kodam IX/Udayana sekaligus wujud penghormatan yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya Bali.

Prosesi penyambutan dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi, diawali dengan penyambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana Ny. Desak Putra Widiastawa oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali dan para Pejabat Utama (PJU) Kodam IX/Udayana.

Selanjutnya, Pangdam IX/Udayana Ketua Persit KCK PD IX/Udayana mengambil tempat di bawah Payung Agung dan disambut tarian tradisional Bali. Gerakan tari yang anggun dan penuh estetika tersebut menggambarkan kegembiraan, penghormatan, serta kebanggaan dalam menyambut kehadiran pemimpin baru Kodam IX/Udayana beserta keluarga.

Rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pemasangan ikat kepala khas Bali atau udeng oleh Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadisaputra kepada Pangdam IX/Udayana. Udeng atau destar tidak sekadar menjadi pelengkap busana adat, tetapi juga memiliki filosofi ngiket manah, yakni mengikat dan memusatkan pikiran agar senantiasa jernih, bijaksana, serta mampu mengendalikan diri dalam menjalankan tanggung jawab.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persit KCK PD IX/Udayana Ny. Desak Putra Widiastawa menerima pemasangan selendang khas Bali dan penyerahan hand bouquet oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana Ny. Ayu Agung Hadisaputra. Prosesi tersebut menambah kehangatan suasana penyambutan sekaligus mencerminkan penghormatan dan kebersamaan dalam lingkungan keluarga besar Kodam IX/Udayana.

Tradisi tepung tawar memiliki makna simbolis sebagai ungkapan doa dan harapan agar pejabat yang baru mengemban amanah senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas. Tradisi ini juga menjadi harapan agar Pangdam IX/Udayana beserta keluarga dijauhkan dari berbagai rintangan, gangguan, dan mara bahaya selama menjalankan pengabdian.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa tradisi tepung tawar bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bentuk penghormatan yang mengandung nilai-nilai luhur budaya sekaligus doa bagi pimpinan baru dalam mengemban amanah.

“Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal Bali yang sarat makna, mulai dari penghormatan, ketulusan, hingga doa untuk keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Melalui tradisi ini, kita berharap Pangdam IX/Udayana beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan pengabdian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan pengabdian serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kewilayahan. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan soliditas internal satuan, sinergi dengan pemerintah daerah, serta hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali.

Setelah prosesi penyambutan di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, rangkaian kegiatan penerimaan Pangdam IX/Udayana akan dilanjutkan dengan acara pisah sambut pada hari Rabu (21/10/2026) di Markas Komando Daerah Militer IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penerimaan pimpinan baru sekaligus awal pelaksanaan tugas dan pengabdian Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Pangdam IX/Udayana. (Pendam IX/Ricky)