HANTANEWS Pendiv2 - Kunjungan kerja Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. bukan hanya menjadi agenda pembinaan satuan, tetapi menjadi momentum menyampaikan pesan strategis tentang kepedulian terhadap kondisi bangsa, profesionalisme prajurit, penguatan keluarga besar TNI, serta pentingnya menjaga kehormatan sebagai seorang prajurit. (Bondowoso 27 Agustus 2026)
1001750675.jpg
1001750675.jpg
Dalam kunjungannya, Panglima menekankan bahwa prajurit TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan militer yang baik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Di tengah situasi global saat ini memberikan banyak tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kebutuhan sumber energi yang semakin kompleks. Panglima menyampaikan bahwa saat ini sejumlah wilayah Indonesia menghadapi dampak musim kemarau, mulai dari keterbatasan sumber air hingga kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah.
> "Prajurit harus memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan air, bencana, maupun persoalan sosial lainnya, TNI harus hadir memberikan solusi dan membantu masyarakat. Kehadiran prajurit harus selalu memberikan manfaat,” ujar Mayjen TNI Primadi. 

Selain membahas tantangan bangsa, Panglima juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit. Bahwa peningkatan kesejahteraan, termasuk kenaikan tunjangan kinerja, merupakan bentuk perhatian negara sekaligus hasil dari kerja keras dan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang profesional.

"Alhamdulillah kesejahteraan prajurit mendapat perhatian yaitu peningkatan tunjangan kinerja. Salah satunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras kita bersama dalam mewujudkan satuan yang berintegritas melalui predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Manfaatkan dengan baik, kelola dengan bijak, dan jadikan sebagai motivasi untuk  lebih meningkatkan kinerja,” pesan Mayjen TNI Primadi.

Menutup arahannya Panglima juga mengingatkan prajurit dan Persit untuk bijak menggunakan media sosial. Memahami etika bermedia sosial, menjaga sopan santun, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tetap menjaga nama baik pribadi maupun institusi.

Media sosial adalah ruang publik. Gunakan dengan bijak, karena apa yang disampaikan dapat mencerminkan karakter pribadi dan keluarga besar TNI,” pesannya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Panglima berharap seluruh prajurit Divif 2 Kostrad mampu menjadi prajurit yang tangguh, profesional, berintegritas, serta selalu hadir sebagai solusi bagi permasalahan masyarakat dan bangsa. (Ricky)