HANTANEWS Bangli – Anggota Koramil 1626-02/Susut melalui jajaran Babinsa bergerak cepat melaksanakan pemantauan dan menerima laporan kejadian bencana alam berupa tanah longsor di sejumlah titik wilayah Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari hingga Senin pagi (2/11/2026), mengakibatkan beberapa akses jalan tertutup material longsoran serta satu bangunan rumah warga dilaporkan tertimpa longsoran tanah sawah.
Di Banjar Demulih, Desa Demulih, Babinsa Desa Demulih menerima laporan pada pukul 06.15 Wita terkait tanah longsor yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 Wita di jalan menuju Pondokan Kangin. Material longsoran menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sementara tidak dapat melintas. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Sementara itu, Babinsa Desa Susut Serka I Nyoman Suharta menerima laporan tanah sawah longsor yang menimpa bangunan rumah milik I Dewa Made Bawa, 42 tahun, warga Banjar Tangkas, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kejadian tersebut menjadi perhatian aparat kewilayahan untuk dilakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di jalan Banjar Cekeng menuju Penglipuran. Longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita dan mengakibatkan badan jalan tertutup material tanah. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sedangkan kendaraan roda dua masih dapat melewati jalur tersebut dengan kondisi terbatas. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
Di lokasi lainnya, tanah longsor terjadi di jalan Banjar Sala yang menghubungkan wilayah Banjar Adat Demulih. Longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 24.00 Wita akibat hujan deras pada malam sebelumnya. Material tanah menutup badan jalan sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua masih dapat melewati jalur tersebut. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Tanah longsor juga terjadi di jalan Banjar Tiga yang menghubungkan Banjar Adat Linjong. Material longsoran menutup sebagian badan jalan, namun kendaraan roda empat dan roda dua masih dapat melintas. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 12.00 Wita, Babinsa menerima laporan masyarakat mengenai tanah longsor yang disertai pohon tumbang di jalan Subak, Banjar Pengiangan Kangin, yang menghubungkan Banjar Adat Selat Nyuhan. Akibat kejadian tersebut, badan jalan tertutup material longsoran dan pohon tumbang sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, jajaran Koramil 1626-02/Susut melalui para Babinsa terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah binaan serta berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat guna mendukung penanganan dampak bencana dan mengantisipasi potensi longsor susulan.
Danramil 1626-02/Susut Kapten Cba I Komang Karyawan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan deras dalam durasi yang cukup lama. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun yang melintasi jalur perbukitan diminta untuk berhati-hati dan menghindari jalur yang tertutup material longsoran demi keselamatan bersama.
“Apabila terjadi bencana atau ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan, segera laporkan kepada Babinsa, aparat desa, maupun pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa jajaran Kodim 1626/Bangli akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah teritorialnya.
“Kesigapan Babinsa dalam menerima laporan dan memantau kejadian bencana merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Saya menginstruksikan seluruh jajaran agar terus memantau perkembangan situasi, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat, dan mengutamakan keselamatan warga dalam setiap penanganan bencana,” tegas Dandim.
Dandim juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan pohon tumbang akibat tingginya curah hujan. Masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tertutup longsoran atau berada dalam kondisi berbahaya serta segera melaporkan setiap kejadian kepada aparat kewilayahan.
Melalui kesiapsiagaan dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan penanganan dampak bencana di wilayah Kecamatan Susut dapat berjalan optimal, akses yang terdampak segera dipulihkan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
(Pendim 1626/Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.