HANTANEWS Mojokerto,- Ancaman narkoba tidak selalu datang dari tempat yang jauh. Peredarannya dapat menyasar siapa saja, termasuk lingkungan keluarga dan institusi. Karena itu, upaya pencegahan perlu dimulai dari kesadaran setiap individu dan diperkuat melalui lingkungan yang saling peduli.

Pesan tersebut menjadi penekanan dalam kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar Kodim 0815/Mojokerto di Ruang Data Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 01, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (17/09/2026).
Kegiatan dihadiri Dandim 0815/Mojokerto yang diwakili Kasdim Mayor Inf Suwadi, para perwira staf dan Danramil jajaran, personel militer dan PNS Kodim 0815/Mojokerto serta perwakilan Persit KCK Cabang XXX. Penyuluhan menghadirkan dr. Anneke Mahardini beserta staf dari Denkesyah 05.04.02 Mojokerto.
Dalam amanat Dandim yang dibacakan Kasdim, ditegaskan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum dan keamanan, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan, ketahanan keluarga, disiplin, kehormatan dan masa depan bangsa.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan satuan. Jangan mencoba, jangan menggunakan, jangan terlibat dalam peredaran, dan jangan menutup mata apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan satuan. Ia meminta seluruh personel Kodim 0815/Mojokerto menjaga diri, keluarga, lingkungan dan kehormatan satuan serta tidak membiarkan narkoba masuk dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dr. Anneke Mahardini menjelaskan bahwa narkoba atau NAPZA merupakan zat yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang dan menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikologis. Penyalahgunaan dapat berdampak pada kesehatan, perilaku, hubungan sosial, kondisi ekonomi hingga persoalan hukum.
“Dampaknya bisa serius, mulai dari gangguan kesehatan, ketergantungan, konflik sosial, kehilangan pekerjaan atau pendidikan, hingga overdosis dan kematian,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa faktor lingkungan dan pergaulan dapat menjadi salah satu pintu masuk penyalahgunaan narkoba. Karena itu, keluarga perlu menjadi benteng pertama melalui komunikasi yang baik, pemberian contoh positif serta pengawasan terhadap pergaulan dan perilaku anggota keluarga.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif, termasuk karakteristik serta dampak penyalahgunaannya. Peserta diingatkan untuk berani menolak ketika ditawari narkoba dan segera menjauh dari lingkungan yang berpotensi membawa pada penyalahgunaan.
“Bentengi diri dengan iman dan ketakwaan, pilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani berkata tidak, dan isi waktu dengan kegiatan yang positif,” pesan dr. Anneke.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap masing-masing peserta. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas kesehatan Denkesyah 05.04.02 Mojokerto sebagai bagian dari rangkaian kegiatan P4GN di lingkungan Kodim 0815/Mojokerto.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0815/Mojokerto memperkuat komitmen pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan tetap bersih dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Narkoba adalah ancaman nyata. Cegah dari diri sendiri, lindungi keluarga, dan jaga lingkungan tetap bersih dari narkoba. (Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.