HANTANEWS Surabaya – Kodim  Surabaya menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) dari sabuk putih ke sabuk kuning di Aula Makodim Surabaya, Jalan Tegalsari No. 89, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Kamis (20/8/2026).
1001718781.jpg
1001718781.jpg
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit, khususnya dalam meningkatkan keterampilan bela diri sebagai salah satu bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Pelaksanaan UKT dipimpin tim penilai dari Jasdam V/Brawijaya yang diketuai Lettu Inf Eko Yudho. Dalam ujian tersebut, para peserta diuji melalui sejumlah materi, meliputi sikap dasar, teknik serangan, teknik pertahanan, jurus Pencak Silat Militer (PSM), hingga teknik pembelaan.

Pasiops Kodim Surabaya Mayor Inf Lutfantri menekankan pentingnya kesungguhan dan kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian ujian.

“Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh tahapan ujian sesuai petunjuk dari tim penilai. Yang tidak kalah penting, tetap menjaga faktor keamanan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan bela diri merupakan salah satu keterampilan dasar yang perlu dikuasai setiap prajurit. Selain mendukung kebugaran jasmani, penguasaan bela diri juga menjadi modal penting dalam menunjang kesiapan prajurit saat melaksanakan tugas.

“Ilmu bela diri harus dimiliki oleh seorang prajurit. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan, sehingga prajurit selalu siap menjalankan tugas yang diberikan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lettu Inf Mutakin mengatakan, UKT Pencak Silat Militer merupakan bagian dari pembinaan personel dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit TNI AD.

“Melalui UKT ini, kami berharap kemampuan para peserta terus berkembang sesuai dengan jenjang yang dicapai. Setiap tahapan harus dilalui dengan disiplin, kesungguhan, dan tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

Pelaksanaan UKT PSM tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tolok ukur kemampuan teknik bela diri, tetapi juga membentuk prajurit yang lebih disiplin, percaya diri, tangguh, serta memiliki kesiapan fisik dan mental dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok di wilayah.

Dengan peningkatan kemampuan secara berjenjang dan berkelanjutan, prajurit Kodim Surabaya diharapkan semakin profesional serta mampu menjalankan setiap tugas dengan optimal. (Ricky)