HANTANEWS Mojokerto, Di wilayah Dusun Buluresik, Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (22/08/2026). Kobaran api yang dipicu sisa pembakaran sampah kemudian membesar dan merambat akibat tiupan angin kencang hingga melahap lahan seluas kurang lebih 10 hektare.
1001726164.jpg
1001726164.jpg
Informasi awal kebakaran diketahui sekitar pukul 11.30 WIB oleh Muhadi, salah seorang karyawan PT Kotri, yang melihat api muncul di belakang area perusahaan. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah di area PT Wira Bumi yang digunakan sebagai lokasi penjemuran bulu ayam. Sekitar pukul 12.00 WIB, kondisi angin yang semakin kencang membuat api cepat menjalar hingga memasuki area lahan curah milik PT Karya Citra Mitra Sejati di Dusun Buluresik.

Menyikapi kejadian tersebut, personel TNI dari Koramil 0815/12 Ngoro Kodim 0815/Mojokerto bersama Polsek Ngoro dan masyarakat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengendalikan agar kobaran api tidak semakin meluas. Babinsa Manduro Sertu Teddy bersama dua personel Koramil 0815/12 Ngoro turut terjun langsung ke area kebakaran, bersinergi dengan personel Polsek Ngoro serta warga setempat.

Upaya pemadaman juga mendapat dukungan satu unit mobil pemadam dari PT SPS Group. Namun, kondisi medan yang berupa lahan kering, semak dan pepohonan serta lokasi titik api yang sulit dijangkau kendaraan membuat proses pemadaman harus dilakukan secara manual oleh personel gabungan bersama masyarakat.

Sejumlah warga tampak bahu-membahu membantu personel TNI memadamkan titik-titik api dengan peralatan sederhana. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke area lainnya. Suasana di lokasi terlihat penuh kewaspadaan, dengan kepulan asap yang masih menyelimuti kawasan dan api yang membakar vegetasi kering di sejumlah titik.

Babinsa bersama unsur terkait juga melakukan pengamanan lokasi, pendataan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka, sementara kerugian materiil berupa lahan seluas kurang lebih 10 hektare yang terbakar.

Keterlibatan TNI bersama Polri, petugas pemadam dan masyarakat menjadi bagian dari respons cepat dalam penanganan kebakaran lahan, terlebih kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api. Kolaborasi di lapangan terus dilakukan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan situasi dinyatakan aman. (Ricky)