HANTANEWS SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Danposramil Gunung Anyar Koramil 0830/11 Rungkut, Pelda Roni Arifianto, menghadiri apel peringatan Hari Santri sekaligus pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Minggu (24/10/2026). 
1001989991.jpg
1001989991.jpg
Kegiatan berlangsung di halaman MWC NU Gunung Anyar, RT 02 RW 02, Gunung Anyar Tengah, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta kalangan ulama dan organisasi kemasyarakatan. Apel diikuti berbagai unsur badan otonom NU, di antaranya Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Banser, dan Pagar Nusa, serta perwakilan pengurus ranting NU dan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gunung Anyar.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Camat Gunung Anyar Indra Fajar Swasana, S.Sos., M.AP., yang diikuti unsur Koramil 0830/11 Rungkut yang diwakili Pelda Roni Arifianto, perwakilan Polsek Gunung Anyar Aiptu Ludi Prasetyo, Babinsa Sertu Guntoro Wicaksono, Wakil Ketua PCNU Surabaya H. Imama Syafi'i, Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Gunung Anyar H. Syukur, Rois Am MWC NU Imam Subakat, serta Ketua Takmir Masjid Baiturrahim H. Abdul Mujib.

Pelda Roni Arifianto mengatakan, kehadiran TNI dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan merupakan bagian dari pembinaan teritorial untuk mempererat silaturahmi serta menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan antara TNI, ulama, santri, dan masyarakat semakin erat. Semangat kebersamaan harus terus dijaga agar wilayah Gunung Anyar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Pelda Roni.

Pelantikan PAC Fatayat NU Kecamatan Gunung Anyar diharapkan semakin memperkuat peran perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan aparat kewilayahan diharapkan terus terpelihara sehingga nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. (Ricky)