HANTANEWS TNI AL, Kodaeral XI,
Sebanyak 11 ekor satwa liar dari sembilan spesies hasil habituasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Kampung Kindiki, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan pelepasan satwa tersebut dipimpin Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso, S.Hut., M.Agr., dan dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, penegak hukum bidang kehutanan, serta masyarakat Kampung Kindiki.
Dalam kegiatan tersebut, satwa yang dikembalikan ke alam terdiri atas ular sanca air, ular sanca hijau, ular sanca karpet, biawak lapang, biawak hijau, kadal lidah biru, kadal pensil, kanguru, serta cenderawasih apoda.
Komandan Kodaeral XI, Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., yang diwakili oleh Asintel Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Yudo Pamungkas, M.Tr.Hanla., M.M.,
Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati di Papua Selatan.
Turut hadir Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Selatan Irsan Nuhantoro, S.Si., M.Si., perwakilan PT BIA Baz Gyiltal, perwakilan Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku-Papua Pos Merauke Hasan, serta masyarakat Kampung Kindiki.
Dalam sambutannya,
Kepala BBKSDA Papua Johny Santoso menjelaskan, satwa-satwa tersebut sebelumnya telah melalui proses penanganan, pemeriksaan kesehatan, dan habituasi sebelum dinyatakan layak untuk dikembalikan ke habitat alaminya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasliaran satwa ke habitat alaminya. Satu per satu satwa dikembalikan ke alam, menjadi simbol nyata komitmen bersama untuk menjaga kekayaan hayati Papua Selatan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara pelepasliaran satwa oleh pihak-pihak terkait.
Kodaeral XI memandang sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, lembaga konservasi, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pelestarian satwa liar bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi merupakan kerja bersama untuk memastikan kekayaan alam Papua Selatan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.