HANTANEWS Bangli – Babinsa Desa Peninjoan, Koramil 1626-03/Tembuku, Serka I Made Suarnika, menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka perencanaan pembangunan Desa Peninjoan Tahun 2027, bertempat di Aula Mandala Mahottama, Kantor Perbekel Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Perbekel Desa Peninjoan, Pj. Perbekel Desa Persiapan Pulesari, Ketua BPD beserta anggota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL, Bidan Desa/Pustu Peninjoan I, para Kelian Banjar Dinas, Bendesa Adat, kader Posyandu, Ketua PKK, Kelian Subak, PLKB, Pendamping PKH/Pendamping Sosial, Kader Pembangunan Manusia serta Direktur BUM Desa Giri Kusuma Desa Peninjoan.
Musyawarah tersebut merupakan bagian dari proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2027, khususnya dalam rangka pembahasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 serta daftar usulan RKP Desa Tahun 2028.
Dalam musyawarah tersebut, berbagai usulan dan masukan dari unsur masyarakat dibahas sebagai bahan dalam menentukan skala prioritas pembangunan desa. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan serta mendorong keterbukaan dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Musrenbangdes bertujuan untuk menetapkan program dan kegiatan yang menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan mendasar seperti infrastruktur, kesehatan dan perekonomian, serta memastikan pembangunan desa dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Usulan pembangunan yang belum dapat direalisasikan melalui anggaran desa nantinya dapat menjadi bahan usulan untuk dibawa ke tingkat kecamatan melalui Musrenbang Kecamatan.
Babinsa Desa Peninjoan Serka I Made Suarnika mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan Musdes merupakan bentuk dukungan TNI melalui Babinsa terhadap proses perencanaan pembangunan di wilayah binaan.
“Kami mendukung setiap upaya pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat dan seluruh komponen yang ada sangat penting agar pembangunan dapat berjalan secara tepat sasaran, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa Babinsa harus senantiasa hadir dan berperan aktif dalam setiap kegiatan di wilayah binaannya, termasuk dalam forum perencanaan pembangunan desa.
“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa serta seluruh komponen masyarakat, diharapkan dapat terwujud sinergi dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah,” tegas Dandim.
(Pendim 1626/Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.