HANTANEWS Bangli – Guna memastikan rangkaian upacara adat dan keagamaan berjalan aman, tertib dan lancar, Babinsa Desa Pengiangan Koramil 1626-02/Susut, Kodim 1626/Bangli, Kopda I Wayan Angga Permana, bersama Pecalang Desa Adat Pengiangan melaksanakan pengamanan dan pengawalan kegiatan Meajar-ajar ke Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri dan Pura Besakih, yang merupakan rangkaian akhir dari Upacara Atma Wedana (Ngeroras Masal) di Banjar Adat Pengiangan Kangin, Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Kegiatan Meajar-ajar tersebut diikuti oleh sekitar 500 orang krama atau masyarakat dengan menggunakan kendaraan pribadi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Pengiangan Kangin I Wayan Arsa, Kadus Pengiangan Kangin I Nengah Subiarta, Kelian Banjar Dinas Pengiangan, Panitia Karya Mangku Karyasa, Babinsa Desa Pengiangan Kopda I Wayan Angga Permana, Pecalang Desa Adat serta masyarakat peserta upacara.
Meajar-ajar merupakan prosesi akhir dalam rangkaian Upacara Atma Wedana atau Nyekah/Memukur/Ngeroras dalam tradisi Hindu di Bali. Prosesi tersebut bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur yang telah disucikan guna tangkil atau menghadap serta memohon berkah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui manifestasi-Nya yang berstana di kawasan gunung dan laut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan di Banjar Adat Pengiangan Kangin. Krama berkumpul dan melakukan persembahyangan serta nunas tirta untuk memohon keselamatan sebelum perjalanan. Selanjutnya berbagai sarana upacara seperti banten pajegan, pralingga atau puspa lingga sebagai simbol roh leluhur serta perlengkapan lainnya dipersiapkan untuk dibawa dalam perjalanan.
Rombongan kemudian menuju Pura Goa Lawah, Klungkung, untuk melaksanakan prosesi Nyegara Gunung sebagai simbol penyucian dan peleburan segala kekotoran atau noda duniawi melalui unsur segara atau laut.
Setelah prosesi di Goa Lawah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Puri, Karangasem, untuk melaksanakan mepiuning dan persembahyangan bersama. Selanjutnya perjalanan diteruskan menuju Pura Besakih untuk melaksanakan persembahyangan, mepiuning di Pura Kawitan atau Pedarmaan masing-masing serta memohon agar para leluhur mendapatkan tempat yang layak atau Swah Loka.
Babinsa bersama Pecalang melaksanakan pengamanan dan pengawalan selama rangkaian perjalanan guna membantu menjaga ketertiban rombongan, kelancaran arus perjalanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Kopda I Wayan Angga Permana mengatakan, pengamanan dan pengawalan tersebut merupakan bentuk kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dalam mendukung kelancaran kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaannya.
“Kami bersama Pecalang melaksanakan pengamanan dan pengawalan agar seluruh rangkaian kegiatan Meajar-ajar dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa Babinsa sebagai aparat kewilayahan akan selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan.
“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat dan keagamaan merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat. Melalui sinergi dengan Pecalang dan unsur terkait, diharapkan seluruh kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” pungkas Dandim.
Selama pelaksanaan kegiatan Meajar-ajar, situasi berjalan aman, tertib dan lancar, serta seluruh rangkaian kegiatan masih berlangsung sesuai dengan jadwal.
(Pendim 1626/Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.