HANTANEWS Bangli – Dalam rangka memperingati Tumpek Uye sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan, Babinsa Kelurahan Cempaga, Koramil 1626-01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Serka I Nengah Artawan, melaksanakan pemantauan kegiatan pelepasan satwa ke habitat aslinya yang berlangsung di Setra Banjar Adat Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli. Sabtu (05/09/26).
Kegiatan pelepasan satwa tersebut dilakukan oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., bersama Wakil Bupati Bangli dan jajaran OPD Kabupaten Bangli. Satwa yang dilepas berupa burung Perkutut, Tekukur dan Terucukan dengan jumlah sekitar 40 ekor.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan konsep Palemahan dalam Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan. Pelepasan burung ke habitat aslinya diharapkan dapat turut menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian satwa dan lingkungan.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, khususnya dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Babinsa Kelurahan Cempaga, Serka I Nengah Artawan, mengatakan bahwa kegiatan pelepasan burung ke habitat aslinya merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekaligus wujud penerapan konsep Palemahan dalam Tri Hita Karana.
“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama menjaga dan melestarikan alam serta memberikan kesempatan bagi satwa untuk kembali hidup di habitat aslinya. Kami sebagai Babinsa turut mendukung dan memantau kegiatan ini agar berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Semoga momentum Tumpek Uye dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan,” ujar Serka I Nengah Artawan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Bangli, Wakil Bupati Bangli, Kepala OPD Kabupaten Bangli, Camat Bangli, Camat Susut, Camat Kintamani, Bendesa Adat Sidembunut, Kepala Lingkungan Sidembunut, Prajuru Adat serta warga masyarakat Sidembunut sekitar 100 orang.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan satwa ke habitat aslinya merupakan langkah positif dalam menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Menurutnya, momentum Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan serta seluruh makhluk hidup.
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, sehingga keharmonisan antara manusia dan lingkungan dapat terus terpelihara,” pungkas Dandim.
(Pendim 1626/Ricky)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.